Gedung GKM Green Tower TB Simatupang

Gedung GKM Green Tower TB Simatupang: Sejarah, Pembangunan, Luas, dan Fasilitas

GKM Green Tower merupakan salah satu gedung perkantoran yang berada di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan. Gedung ini memiliki karakter yang cukup berbeda karena sejak awal pembangunannya membawa konsep green building sebagai salah satu identitas utama.

GKM Tower, yang kemudian dikenal sebagai GKM Green Tower, mulai dikembangkan ketika kawasan TB Simatupang sedang mengalami perubahan dari kawasan yang relatif didominasi perumahan dan fasilitas komersial menjadi salah satu koridor perkantoran penting di Jakarta Selatan.

Menariknya, konsep green building GKM bukan sekadar bagian dari nama gedung. Sejak tahap perencanaan, pengembang memang memasukkan sejumlah pendekatan ramah lingkungan seperti konservasi air hujan, pemanfaatan pencahayaan alami, efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan penggunaan teknologi yang mendukung efisiensi operasional.

Lalu bagaimana sejarah pembangunan GKM Green Tower, siapa pengembangnya, berapa luas lahannya, berapa luas gedungnya, dan apa saja fasilitas yang tersedia?

Mengenal GKM Green Tower

GKM Green Tower berada di:

Jl. TB Simatupang Kav. 89G, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12520.

Gedung ini merupakan gedung perkantoran yang dikembangkan oleh PT Lestari Kirana Persada (LKP), perusahaan patungan yang pada masa awal proyek melibatkan PT Graha Kirana Megah dan PT Total Persada Development, anak usaha PT Total Bangun Persada Tbk.

GKM Green Tower memiliki karakter sebagai gedung perkantoran dengan konsep green building.

Menurut data Cushman & Wakefield, gedung ini selesai dibangun pada 2014, memiliki 22 lantai, tiga basement, luas lahan sekitar 5.800 m², dan building size sekitar 17.000 m².

Sementara itu, sumber-sumber historis ketika proyek masih dalam tahap pembangunan menyebut luas bangunan sekitar 31.000 m².

Perbedaan angka ini penting untuk dipahami ketika mencari informasi GKM Green Tower.

Sejarah Pembangunan GKM Tower

GKM Tower mulai dikembangkan pada periode ketika kawasan TB Simatupang mulai dipandang sebagai alternatif lokasi perkantoran di luar kawasan CBD Jakarta seperti Sudirman, Thamrin, dan Semanggi.

Pada 19 Desember 2011, dilakukan ground drilling atau tahapan awal konstruksi GKM Tower di Jalan TB Simatupang. Pada saat itu, proyek direncanakan sebagai gedung perkantoran ramah lingkungan dengan investasi sekitar US$25–30 juta.

Dokumen PT Total Bangun Persada juga mencatat bahwa pembangunan GKM Tower dimulai pada kuartal keempat 2011. Pada awalnya, proyek ditargetkan selesai pada 2013.

Target pasar yang dibidik sejak awal antara lain perusahaan asing dan perusahaan yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan.

Hal tersebut cukup relevan dengan konsep gedung yang sejak awal dirancang dengan pendekatan green building.

Siapa Pengembang GKM Green Tower?

GKM Green Tower dikembangkan oleh PT Lestari Kirana Persada (LKP).

Pada masa pembangunan, LKP merupakan perusahaan patungan antara PT Graha Kirana Megah dan PT Total Persada Development, yang merupakan anak usaha PT Total Bangun Persada Tbk.

Keterlibatan perusahaan yang memiliki latar belakang konstruksi tersebut juga terlihat dari proses pembangunan GKM Tower yang sejak awal menekankan aspek kualitas konstruksi sekaligus penerapan konsep bangunan hijau.

Berapa Luas Lahan GKM Green Tower?

GKM Green Tower berdiri di atas lahan sekitar:

5.800 m² atau 0,58 hektare.

Angka tersebut konsisten ditemukan dalam berbagai sumber proyek.

Cushman & Wakefield mencatat lot size GKM Green Tower sebesar 5.800 m², sedangkan dokumen PT Total Bangun Persada juga menyebut gedung ini berdiri di atas lahan seluas 5.800 m².

Pada saat proyek diperkenalkan pada 2011, pengembang juga menyebut bahwa area bangunan hanya menggunakan sekitar 17% dari total lahan dan sebagian besar area direncanakan sebagai ruang terbuka atau taman.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu bagian dari konsep green building yang ingin ditonjolkan GKM Tower sejak awal.

Berapa Luas Gedung GKM Green Tower?

Untuk luas gedung, terdapat dua angka yang perlu diperhatikan.

Pada saat pembangunan, beberapa publikasi proyek menyebut total luas bangunan sekitar 31.000 m². PT Total Bangun Persada juga mencatat luas bangunan sekitar 31.000 m² dalam laporan tahunannya.

Namun, data properti komersial yang digunakan saat ini oleh Cushman & Wakefield mencatat Building Size 17.000 m². Mereka juga mencatat typical floor size sekitar 913 m².

Perbedaan tersebut kemungkinan berkaitan dengan definisi luas yang digunakan, misalnya total gross building area dibandingkan area perkantoran/area yang dapat digunakan atau dipasarkan.

Karena itu, untuk kebutuhan pencarian ruang kantor, angka 17.000 m² lebih relevan ketika merujuk pada data properti komersial saat ini.

Sementara angka 31.000 m² tetap penting dicantumkan sebagai data historis proyek ketika pertama kali dibangun.

Spesifikasi GKM Green Tower

Berdasarkan data properti yang tersedia saat ini, GKM Green Tower memiliki beberapa spesifikasi utama:

  • Luas lahan: sekitar 5.800 m²
  • Luas bangunan menurut data properti saat ini: sekitar 17.000 m²
  • Luas bangunan yang disebut pada dokumen proyek awal: sekitar 31.000 m²
  • Jumlah lantai: 22 lantai
  • Basement: 3 lantai
  • Typical floor: sekitar 913 m²
  • Tahun selesai/beroperasi: 2014
  • Lokasi: TB Simatupang, Jakarta Selatan
  • Konsep: Green Building

Ada sumber listing yang menyebut 23-storey karena kemungkinan menghitung keseluruhan struktur lantai termasuk area tertentu, sementara sumber Cushman & Wakefield pada bagian overview menyebut 22 lantai dan tiga basement. Untuk artikel profil, angka 22 lantai + 3 basement lebih konsisten dengan dokumen historis proyek dan pemberitaan saat pembangunan.

Konsep Green Building GKM Tower

Green building merupakan bagian utama dari identitas GKM Tower sejak awal.

Pada 2011, PT Total Bangun Persada mencatat bahwa pengembangan GKM Tower diarahkan untuk memenuhi persyaratan sistem pemeringkatan Greenship dari Green Building Council Indonesia atau GBCI.

Saat proyek masih dalam pembangunan, berbagai sumber juga menyebut rencana sertifikasi dari GBCI dan BCA Green Mark Singapura.

Konsep tersebut diterapkan melalui beberapa pendekatan.

1. Rainwater Harvesting

Salah satu teknologi yang direncanakan adalah rainwater harvesting atau pemanenan air hujan.

Air hujan ditampung dan dikelola agar tidak seluruhnya langsung menjadi limpasan ke saluran kota.

Konsep tersebut dapat membantu pengelolaan air sekaligus mengurangi beban limpasan air hujan.

2. Pencahayaan Alami

Desain bangunan juga memperhatikan penggunaan cahaya alami.

Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan terhadap pencahayaan buatan pada kondisi tertentu sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman.

3. Efisiensi Energi

Pada tahap awal proyek, pengembang menyatakan bahwa efisiensi energi menjadi salah satu aspek utama GKM Tower.

Berbagai teknologi dan sistem bangunan dirancang untuk membantu mengurangi konsumsi energi selama gedung beroperasi.

4. Pengelolaan Limbah

Konsep green building juga mencakup pengelolaan limbah dan penggunaan material yang lebih memperhatikan aspek lingkungan.

5. Ruang Terbuka

Salah satu karakter yang ditonjolkan sejak awal adalah porsi ruang terbuka dan area hijau.

The Jakarta Post pada 2012 melaporkan bahwa lebih dari 80% area lahan direncanakan sebagai garden dalam konsep awal GKM Green Tower.

GKM Green Tower dan Sertifikasi Green Building

Komitmen terhadap green building sudah terlihat sejak tahap pembangunan.

Pada 2012, GKM Tower diberitakan sedang memproses sertifikasi Platinum Green Building dari GBCI serta Green Mark dari BCA Singapura.

Beberapa sumber properti yang tersedia saat ini juga menyebut GKM Green Tower sebagai gedung dengan sertifikasi green building dari GBCI dan Green Mark.

Namun, karena level dan status sertifikasi dapat berbeda antara tahap desain, konstruksi, dan operasional, informasi sertifikasi sebaiknya diverifikasi kembali kepada pengelola gedung apabila perusahaan membutuhkan bukti sertifikasi terbaru untuk kebutuhan ESG atau corporate compliance.

Yang dapat dipastikan dari dokumen proyek adalah bahwa green building memang menjadi bagian dari desain dan strategi pembangunan GKM Tower sejak awal.

Fasilitas GKM Green Tower

Sebagai gedung perkantoran, GKM Green Tower menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung aktivitas tenant.

Berdasarkan informasi properti yang tersedia, fasilitas gedung antara lain:

  • Lift
  • Area parkir
  • Basement parking
  • ATM
  • Kantin
  • Minimarket
  • Toilet
  • Area pendukung perkantoran
  • Service lift
  • Executive lift
  • Area terbuka

Cushman & Wakefield juga mencatat adanya tiga level basement parking.

Beberapa listing properti menyebut kapasitas parkir sekitar 275 kendaraan serta keberadaan fasilitas seperti bank, restoran, food court, minimarket, dan musala. Karena angka dan komposisi fasilitas dapat berubah mengikuti pengelolaan gedung, informasi tersebut sebaiknya dikonfirmasi saat melakukan viewing.

Pilihan Ruang Kantor di GKM Green Tower

GKM Green Tower menyediakan ruang kantor dengan ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Data JLL saat ini menunjukkan terdapat unit kantor dengan ukuran sekitar 64–460 m² yang ditawarkan di gedung tersebut.

Sementara beberapa listing lain menunjukkan tersedia ruang dengan ukuran yang lebih beragam.

Hal ini membuat GKM Green Tower dapat dipertimbangkan oleh perusahaan yang membutuhkan ruang kantor dengan skala berbeda, mulai dari perusahaan dengan tim yang relatif kecil hingga perusahaan yang membutuhkan area kantor lebih besar.

Untuk menentukan luas ruang yang tepat, perusahaan sebaiknya tidak hanya melihat jumlah karyawan.

Kebutuhan meeting room, ruang direktur, area kolaborasi, pantry, storage, workstation, dan pola kerja hybrid juga perlu diperhitungkan.

Lokasi GKM Green Tower

GKM Green Tower berada di koridor TB Simatupang, salah satu kawasan perkantoran yang berkembang di Jakarta Selatan.

Lokasinya berada di Jalan TB Simatupang Kav. 89G, kawasan Kebagusan, Pasar Minggu.

Posisi tersebut memberikan akses ke sejumlah jalur transportasi utama Jakarta Selatan.

Cushman & Wakefield mencatat bahwa gedung ini dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, termasuk akses menuju stasiun kereta, halte TransJakarta, dan jalan tol.

Akses Tol di Sekitar GKM Green Tower

Salah satu keuntungan kawasan TB Simatupang adalah kedekatannya dengan jaringan jalan tol.

Dari koridor ini, pengguna kendaraan dapat mengakses jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Akses tersebut penting bagi perusahaan yang memiliki karyawan atau klien yang berasal dari wilayah Jakarta Selatan, Depok, Tangerang Selatan, Bogor, maupun kawasan lain di sekitar Jakarta.

GKM Green Tower juga berada di kawasan yang sejak awal dipilih pengembang karena perkembangan koridor TB Simatupang sebagai alternatif lokasi bisnis di Jakarta Selatan.

Akses Transportasi Umum

Selain kendaraan pribadi, GKM Green Tower juga dapat dipertimbangkan oleh perusahaan yang memperhatikan akses transportasi umum.

Kawasan TB Simatupang memiliki jaringan transportasi yang terus berkembang.

Selain TransJakarta dan jaringan jalan raya, terdapat akses ke stasiun kereta serta jaringan transportasi publik di kawasan Jakarta Selatan.

Bagi perusahaan yang menerapkan hybrid working atau ingin mengurangi ketergantungan karyawan terhadap kendaraan pribadi, akses transportasi umum menjadi salah satu faktor penting ketika memilih kantor.

GKM Green Tower sebagai Gedung Perkantoran di TB Simatupang

Ketika GKM Tower mulai dikembangkan pada 2011, TB Simatupang sedang mengalami perubahan besar sebagai lokasi perkantoran.

Pengembang melihat adanya pergeseran minat perusahaan dari kawasan CBD Jakarta menuju Jakarta Selatan.

Pada saat itu, target pasar GKM Tower antara lain perusahaan multinasional dan perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Strategi tersebut cukup relevan dengan perkembangan koridor TB Simatupang.

Saat ini, kawasan tersebut menjadi salah satu pilihan perusahaan yang menginginkan lokasi kantor di Jakarta Selatan dengan akses menuju tol, transportasi publik, kawasan hunian, dan fasilitas komersial.

Mengapa Konsep Green Building Menjadi Nilai Tambah?

Bagi perusahaan modern, konsep green building bukan hanya mengenai tampilan gedung.

Ada beberapa aspek yang dapat menjadi pertimbangan.

Efisiensi Operasional

Gedung yang dirancang dengan sistem hemat energi dapat membantu mengendalikan konsumsi energi dalam jangka panjang.

Kenyamanan Karyawan

Pencahayaan, sirkulasi udara, temperatur, dan kualitas lingkungan dalam ruangan dapat berpengaruh terhadap kenyamanan ketika bekerja.

Corporate Image

Perusahaan yang memiliki program ESG atau sustainability dapat mempertimbangkan gedung dengan pendekatan ramah lingkungan sebagai bagian dari strategi corporate image.

Efisiensi Penggunaan Ruang

Konsep bangunan hijau juga dapat berjalan bersama dengan desain ruang kerja yang lebih efisien dan modern.

Karena itu, ketika perusahaan membandingkan beberapa gedung di TB Simatupang, konsep green building dapat menjadi salah satu faktor penilaian selain harga sewa dan lokasi.

GKM Green Tower untuk Perusahaan yang Mencari Kantor

GKM Green Tower dapat menjadi salah satu alternatif bagi perusahaan yang sedang mencari ruang kantor di kawasan TB Simatupang.

Beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan antara lain:

1. Lokasi

Berada langsung di koridor TB Simatupang dan memiliki akses ke jaringan jalan utama.

2. Konsep Green Building

Konsep ramah lingkungan sudah menjadi bagian dari desain GKM Tower sejak awal pembangunan.

3. Ukuran Ruang

Typical floor sekitar 913 m² memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mengatur layout sesuai kebutuhan.

4. Fasilitas

Tersedia fasilitas pendukung seperti parking, lift, ATM, kantin, minimarket, dan fasilitas lainnya.

5. Akses Tol

Kedekatan dengan jaringan JORR menjadi salah satu faktor yang menarik bagi perusahaan dengan mobilitas tinggi.

6. Pilihan Transportasi

Lokasi dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

GKM Green Tower vs Gedung Kantor Lain di TB Simatupang

Saat memilih kantor, perusahaan sebaiknya tidak langsung menentukan gedung hanya berdasarkan harga sewa.

GKM Green Tower dapat dibandingkan dengan gedung lain di kawasan TB Simatupang berdasarkan beberapa parameter:

  • Harga sewa
  • Service charge
  • Luas ruang
  • Luas floor plate
  • Jumlah lift
  • Kapasitas parkir
  • Akses transportasi
  • Akses tol
  • Fasilitas retail
  • Konsep green building
  • Kualitas gedung
  • Fleksibilitas layout
  • Ketersediaan ruang ekspansi
  • Kondisi interior
  • Durasi kontrak

Dengan membandingkan faktor tersebut, perusahaan dapat mengetahui total cost of occupancy, bukan hanya harga sewa per meter persegi.

Kesimpulan

GKM Green Tower merupakan salah satu gedung perkantoran yang memiliki sejarah menarik di kawasan TB Simatupang.

Proyek ini mulai dikembangkan pada kuartal IV 2011 oleh PT Lestari Kirana Persada bersama pihak yang terkait dengan PT Total Bangun Persada, dengan konsep gedung ramah lingkungan sebagai salah satu identitas utama.

GKM Green Tower berdiri di atas lahan sekitar 5.800 m² dan memiliki 22 lantai serta tiga basement. Data properti komersial saat ini dari Cushman & Wakefield mencatat building size sekitar 17.000 m² dan typical floor sekitar 913 m².

Sementara itu, dokumen dan publikasi pada masa pembangunan menyebut luas bangunan sekitar 31.000 m². Perbedaan angka tersebut perlu dipahami sebagai perbedaan basis pengukuran atau definisi luas, sehingga keduanya tidak sebaiknya dicampur tanpa konteks.

Hal yang paling membedakan GKM Green Tower adalah konsep green building yang sudah direncanakan sejak awal. Penerapannya mencakup konservasi air hujan, efisiensi energi, pencahayaan alami, pengelolaan limbah, serta perhatian terhadap ruang terbuka dan lingkungan.

Dengan lokasi di koridor TB Simatupang, akses menuju jalan tol dan transportasi publik, serta fasilitas pendukung perkantoran, GKM Green Tower dapat menjadi salah satu pilihan yang patut dibandingkan bagi perusahaan yang sedang mencari sewa kantor di TB Simatupang.

FAQ GKM Green Tower

GKM Green Tower dibangun tahun berapa?

Pembangunan GKM Tower dimulai pada kuartal IV 2011 dan gedung tercatat selesai/beroperasi pada 2014.

Berapa luas lahan GKM Green Tower?

GKM Green Tower berdiri di atas lahan sekitar 5.800 m² atau 0,58 hektare.

Berapa luas gedung GKM Green Tower?

Data properti Cushman & Wakefield saat ini mencatat sekitar 17.000 m², sedangkan dokumen proyek pada masa pembangunan menyebut sekitar 31.000 m². Perbedaan tersebut kemungkinan berkaitan dengan basis penghitungan luas yang berbeda.

Berapa jumlah lantai GKM Green Tower?

GKM Green Tower memiliki 22 lantai dan tiga basement berdasarkan sumber historis proyek dan data properti.

Siapa pengembang GKM Green Tower?

GKM Tower dikembangkan oleh PT Lestari Kirana Persada, perusahaan patungan yang pada fase awal melibatkan PT Graha Kirana Megah dan PT Total Persada Development.

Apa konsep GKM Green Tower?

GKM Green Tower dikembangkan dengan konsep green building, termasuk perhatian terhadap efisiensi energi, konservasi air, pencahayaan alami, pengelolaan limbah, dan lingkungan hijau.

Di mana alamat GKM Green Tower?

GKM Green Tower beralamat di Jl. TB Simatupang Kav. 89G, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Apakah GKM Green Tower cocok untuk perusahaan yang mencari sewa kantor di TB Simatupang?

GKM Green Tower dapat menjadi salah satu alternatif untuk dibandingkan, terutama bagi perusahaan yang mempertimbangkan lokasi TB Simatupang, konsep green building, akses tol, transportasi umum, dan fasilitas pendukung kantor.

Scroll to Top