South Quarter merupakan salah satu kawasan mixed-use yang cukup dikenal di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan. Kawasan ini tidak hanya terdiri dari gedung perkantoran, tetapi juga menggabungkan fasilitas retail, lifestyle, dan hunian dalam satu kawasan terpadu.
Berada di kawasan Cilandak dan memiliki akses dari Jalan R.A. Kartini maupun Jalan Lebak Bulus I, South Quarter dikembangkan dengan konsep kawasan yang menggabungkan aktivitas bekerja, tinggal, dan lifestyle. Desainnya juga memiliki karakter yang cukup berbeda dibandingkan banyak gedung perkantoran konvensional di Jakarta.
Salah satu hal yang membuat South Quarter menarik adalah desain arsitekturnya yang dikembangkan bersama Tom Wright, arsitek yang juga dikenal melalui desain Burj Al Arab di Dubai. Kawasan ini sejak awal juga membawa konsep sustainable development dan green building.
Lalu bagaimana sebenarnya sejarah pembangunan South Quarter, berapa luas lahannya, berapa luas gedung kantornya, dan apa saja fasilitas yang tersedia?
Mengenal South Quarter TB Simatupang
South Quarter adalah pengembangan kawasan mixed-use dan high-rise yang dikembangkan oleh PT Intiland Development Tbk.
Kawasan ini berada di:
South Quarter
Jl. R.A. Kartini Kav. 8
Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430
Dalam perkembangannya, South Quarter terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu:
- SQ Office
- SQ DOME
- SQ Rés
- Area terbuka dan fasilitas pendukung kawasan
SQ Office menjadi bagian pertama yang dikembangkan dan terdiri dari tiga tower perkantoran, yaitu Tower A, Tower B, dan Tower C.
Menurut situs resmi South Quarter, ketiga tower tersebut merupakan gedung perkantoran Grade A dengan total sekitar 120.000 m² commercial space dan selesai pada 2015.
Sementara itu, pengembangan kawasan kemudian dilanjutkan dengan SQ Rés sebagai komponen hunian.
Dengan demikian, South Quarter tidak hanya dirancang sebagai kompleks perkantoran, tetapi sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi work, live, dan lifestyle.
Sejarah Pembangunan South Quarter
Pembangunan South Quarter merupakan bagian dari strategi Intiland untuk mengembangkan kawasan mixed-use di Jakarta Selatan, khususnya koridor TB Simatupang yang berkembang sebagai salah satu pusat perkantoran Jakarta.
Dalam laporan tahunan Intiland, South Quarter dijelaskan sebagai pengembangan mixed-use dan high-rise dengan konsep yang mencakup perkantoran, retail, dan hunian.
2015: Tahap Pertama Selesai
Tonggak penting South Quarter terjadi pada 2015.
Intiland mencatat bahwa pembangunan South Quarter selesai pada Januari 2015. Pada tahap pertama, pengembangan mencakup tiga tower perkantoran dengan ketinggian 20 lantai.
Total luas bangunan untuk tiga tower tersebut disebut mencapai lebih dari 123.000 m².
Tahap pertama juga dilengkapi fasilitas retail berbentuk dome dengan luas sekitar 12.500 m².
Pada tahun yang sama, sejumlah penyewa mulai menempati gedung. Salah satu perusahaan besar yang memilih South Quarter adalah Citi Indonesia.
Dalam pengumuman Intiland pada Oktober 2015, Citi disebut menyewa 10 lantai di salah satu tower untuk menjadi pusat operasional dan layanan finansialnya di Indonesia.
2016: SQ DOME Mulai Beroperasi
Perkembangan berikutnya adalah pembukaan South Quarter DOME.
Intiland mencatat SQ DOME dibuka pada Mei 2016. Fasilitas tersebut dikembangkan sebagai area retail, food and beverage, serta ruang interaksi dan aktivitas di tengah kawasan South Quarter.
Konsep ini membuat South Quarter tidak hanya menjadi tempat bekerja, tetapi juga menyediakan area untuk makan, bertemu, dan melakukan aktivitas informal.
2016–2017: Pengembangan Bersama GIC
Pada November 2016, Intiland dan GIC Singapore menandatangani kesepakatan joint venture untuk kepemilikan dan pengembangan South Quarter.
Kerja sama tersebut kemudian diumumkan secara resmi pada April 2017 dengan struktur kepemilikan 60% Intiland dan 40% GIC pada entitas terkait pengembangan kawasan.
Pengembangan tahap berikutnya kemudian diarahkan untuk melengkapi South Quarter sebagai kawasan mixed-use.
2019: Park & Ride
Salah satu perkembangan penting dari sisi konektivitas terjadi pada 2019.
South Quarter secara resmi meluncurkan fasilitas Park & Ride pada 15 Agustus 2019 melalui kerja sama dengan MRT Jakarta dan pihak terkait transportasi publik.
Fasilitas tersebut dirancang untuk membantu pengguna kendaraan pribadi melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi publik, termasuk koneksi menuju stasiun MRT.
2022: SQ Rés
Pengembangan South Quarter kemudian berlanjut ke sektor hunian melalui SQ Rés.
Menurut South Quarter, pembangunan SQ Rés dimulai pada 2019 dan terdiri dari dua tower dengan ketinggian 23 lantai yang menempati area sekitar 1,3 hektare.
Tahap konstruksinya ditandai dengan topping off pada 18 Juni 2022.
Dengan hadirnya SQ Rés, konsep South Quarter semakin berkembang dari kawasan perkantoran menjadi mixed-use development yang menggabungkan tempat bekerja dan tempat tinggal.
Berapa Luas Lahan South Quarter?
Informasi mengenai luas lahan South Quarter perlu dilihat berdasarkan periode sumber yang digunakan.
Dokumen Intiland pada fase awal pengembangan menyebut South Quarter memiliki luas sekitar 7,2 hektare.
Pada 2015, Intiland juga menyebut kawasan tersebut berdiri di atas lahan 7,2 hektare, sementara tahap pertama perkantoran dikembangkan di atas lahan sekitar 4,4 hektare.
Namun, situs resmi South Quarter yang saat ini aktif menyebut kawasan mixed-use tersebut direncanakan/dikembangkan di atas 7,9 hektare.
Karena terdapat perbedaan angka antara dokumen historis dan informasi resmi terbaru, angka tersebut sebaiknya tidak dicampur menjadi satu angka tanpa konteks.
Ringkasnya:
Data fase awal:
- Luas kawasan: sekitar 7,2 hektare
- Lahan tahap pertama: sekitar 4,4 hektare
- Fokus: tiga tower perkantoran dan retail pendukung
Informasi resmi South Quarter saat ini:
- Pengembangan kawasan: sekitar 7,9 hektare
- Komponen: office, retail, dan living
Perbedaan ini kemungkinan berkaitan dengan cara penghitungan atau cakupan kawasan dalam masing-masing periode pengembangan, sehingga untuk kebutuhan artikel SEO sebaiknya disebutkan kedua angka beserta konteks waktunya.
Berapa Luas Gedung South Quarter?
Untuk bagian perkantoran, South Quarter memiliki tiga tower.
Ketiga tower tersebut adalah:
- South Quarter Tower A
- South Quarter Tower B
- South Quarter Tower C
Masing-masing tower memiliki 20 lantai. Situs resmi SQ Office menyebut ukuran floor plate masing-masing tower berada di kisaran 1.980–2.200 m² semigross per lantai.
Untuk keseluruhan tiga tower, Intiland menyebut luas bangunan mencapai sekitar 123.000 m².
Sementara informasi terbaru dari South Quarter menyebut ketiga tower tersebut memiliki total sekitar 120.000 m² commercial space. Perbedaan angka ini dapat terjadi karena definisi yang digunakan berbeda, misalnya total building area dibandingkan commercial space atau area yang dapat dikomersialkan.
Jadi, untuk penulisan profil gedung, angka yang paling aman adalah:
Tiga tower perkantoran 20 lantai dengan total luas bangunan sekitar 123.000 m², atau sekitar 120.000 m² commercial space menurut informasi resmi South Quarter saat ini.
Spesifikasi South Quarter Office
South Quarter Office terdiri dari tiga tower Grade A.
Menurut informasi resmi pengelola, masing-masing tower memiliki:
- 20 lantai
- Luas floor plate sekitar 1.980–2.200 m² semigross
- Lobby masing-masing tower
- Fasilitas perbankan
- Prayer room
- Pantry di setiap lantai
- Toilet executive dan accessible
- Lift penumpang
- Executive lift
- Service lift
Setiap tower memiliki total 11 lift berdasarkan informasi resmi South Quarter, yang terdiri dari lift penumpang low zone dan high zone, executive lift, serta service lift.
Fasilitas seperti ini membuat South Quarter ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan ruang kantor dengan fasilitas gedung perkantoran modern.
SQ DOME sebagai Area Retail dan Lifestyle
Salah satu elemen yang cukup khas dari South Quarter adalah SQ DOME.
Bangunan berbentuk dome ini berada di tengah kawasan dan dikelilingi oleh tiga tower perkantoran.
Pada fase awal, Intiland menyebut luas fasilitas retail tersebut sekitar 12.500 m².
SQ DOME dirancang untuk mendukung kebutuhan penghuni dan pekerja di South Quarter.
Berbagai jenis fasilitas yang pernah diperkenalkan di kawasan ini antara lain:
- Coffee shop
- Restoran
- Supermarket
- Fitness center
- Travel agent
- Salon
- Retail
- Area event
Konsep tersebut membuat aktivitas makan siang, pertemuan informal, maupun kebutuhan sehari-hari dapat dilakukan tanpa harus keluar terlalu jauh dari kompleks.
Desain Arsitektur South Quarter
Salah satu karakter paling mudah dikenali dari South Quarter adalah desain arsitekturnya.
South Quarter dirancang bersama Tom Wright dan tim WKK. Tom Wright dikenal sebagai arsitek yang terkait dengan desain Burj Al Arab di Dubai.
Untuk South Quarter, pendekatan desain tidak hanya berfokus pada tampilan bangunan, tetapi juga bagaimana kawasan dapat digunakan sebagai lingkungan kerja dan lifestyle yang lebih terintegrasi.
Area terbuka, hubungan antarbangunan, retail, dan ruang pedestrian menjadi bagian dari konsep kawasan.
Inilah salah satu alasan South Quarter terlihat berbeda dibandingkan kompleks perkantoran yang hanya terdiri dari tower dan area parkir.
Konsep Green Building
Sustainability juga menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan South Quarter.
Pada fase awal, South Quarter mendapatkan Gold Design Recognition dari Green Building Council Indonesia atau GBCI. Intiland mencatat penghargaan tersebut pada 2015.
South Quarter kemudian juga mendapatkan pengakuan terkait green building dalam fase operasionalnya.
Menurut situs resmi South Quarter, kompleks perkantoran tersebut mendapatkan Gold Certificate dari GBCI dan disebut sebagai salah satu kompleks green building di koridor TB Simatupang.
Konsep keberlanjutan menjadi bagian dari identitas South Quarter sejak awal pembangunan.
Penghargaan South Quarter
South Quarter juga mendapatkan sejumlah penghargaan dalam industri properti.
Pada 2016, South Quarter mendapatkan penghargaan Best Office Architectural Design dalam South East Asia Property Awards.
Pada tahun yang sama, South Quarter juga mendapatkan beberapa penghargaan dalam Indonesia Property Awards, termasuk kategori terkait desain perkantoran dan pengembangan komersial.
Kemudian pada 2022, South Quarter mendapatkan World Gold Winner for Office Development pada FIABCI Awards.
Penghargaan tersebut diberikan dalam konteks pengembangan kawasan perkantoran dan penerapan konsep lingkungan berkelanjutan.
Akses dan Transportasi South Quarter
Lokasi merupakan salah satu aspek penting dari South Quarter.
Kompleks ini berada di koridor TB Simatupang dan dapat diakses dari Jalan R.A. Kartini serta Jalan Lebak Bulus I.
Kawasan ini juga memiliki akses menuju jaringan jalan tol JORR.
Untuk transportasi publik, South Quarter berada di antara kawasan Stasiun MRT Fatmawati dan Lebak Bulus.
Pengelola menyebut jaraknya sekitar 500 meter dari dua stasiun MRT tersebut. South Quarter juga memiliki fasilitas Park & Ride dan koneksi bus TransJakarta menuju stasiun MRT terkait.
Kombinasi antara akses jalan raya, tol, MRT, dan transportasi penghubung menjadi salah satu karakter utama kawasan ini.
South Quarter dan Kawasan TB Simatupang
TB Simatupang berkembang sebagai salah satu koridor perkantoran penting di Jakarta Selatan.
Berbeda dengan kawasan seperti Sudirman atau Thamrin yang berada di pusat Jakarta, TB Simatupang menawarkan karakter kawasan bisnis Jakarta Selatan dengan akses yang relatif dekat ke berbagai area hunian dan fasilitas pendukung.
South Quarter berada di salah satu bagian strategis koridor tersebut.
Lokasinya juga berdekatan dengan sejumlah fasilitas seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan institusi pendidikan.
Situs resmi South Quarter mencantumkan beberapa fasilitas di sekitar kawasan, termasuk Pondok Indah Mall, Mayapada Hospital, Siloam Hospital, HighScope Indonesia, dan Singapore International School.
Hal ini menjadi salah satu pertimbangan perusahaan ketika memilih lokasi kantor, terutama perusahaan yang mempertimbangkan akses karyawan, kebutuhan meeting, fasilitas lifestyle, dan mobilitas.
Perusahaan yang Pernah Memilih South Quarter
Sejak fase awal pengoperasiannya, South Quarter telah menjadi lokasi bagi sejumlah perusahaan nasional dan multinasional.
Dalam berbagai publikasi Intiland dan South Quarter, nama perusahaan seperti Citi, General Electric, Tupperware, Coca-Cola, Calmic, dan Darya-Varia pernah disebut sebagai perusahaan yang memiliki aktivitas kantor di kawasan tersebut.
Pada 2015, misalnya, Citi Indonesia mengumumkan penyewaan 10 lantai di salah satu tower South Quarter untuk pusat operasional dan layanan finansialnya.
Kehadiran perusahaan besar tersebut juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan South Quarter sebagai kawasan perkantoran.
South Quarter untuk Perusahaan yang Sedang Mencari Kantor
Dari sisi kebutuhan perusahaan, South Quarter memiliki beberapa karakter yang relevan untuk dipertimbangkan ketika mencari kantor di TB Simatupang.
1. Pilihan Gedung Perkantoran Grade A
South Quarter Office terdiri dari tiga tower Grade A dengan fasilitas gedung yang dirancang untuk perusahaan skala menengah hingga besar.
2. Akses Transportasi Beragam
Lokasinya memiliki akses ke jalan utama, JORR, MRT, dan fasilitas Park & Ride.
3. Fasilitas Terintegrasi
Kehadiran SQ DOME memberikan akses ke berbagai kebutuhan retail, restoran, dan lifestyle dalam satu kawasan.
4. Lingkungan Kerja dengan Konsep Sustainable
Konsep green building menjadi bagian dari identitas South Quarter sejak fase pembangunan awal.
5. Kawasan Mixed-Use
Adanya office, retail, dan residential membuat South Quarter lebih menyerupai integrated development daripada sekadar kompleks gedung kantor.
South Quarter Saat Ini
South Quarter telah berkembang cukup jauh dari konsep awalnya sebagai kawasan perkantoran.
Tahap pertama menghadirkan tiga tower office dan SQ DOME. Kemudian pengembangan dilanjutkan dengan SQ Rés sebagai bagian residential.
Dengan demikian, South Quarter saat ini dapat dilihat sebagai kawasan mixed-use yang mengintegrasikan:
Office + Retail + Lifestyle + Residential + Transportation Connectivity
Konsep tersebut juga sesuai dengan arah pengembangan kawasan modern yang berusaha mengurangi ketergantungan pada perjalanan panjang antara tempat tinggal, tempat kerja, dan kebutuhan sehari-hari.
Kesimpulan
South Quarter TB Simatupang merupakan salah satu pengembangan mixed-use yang memiliki sejarah cukup panjang di Jakarta Selatan.
Pembangunan tahap pertamanya selesai pada 2015 dan terdiri dari tiga tower perkantoran setinggi 20 lantai dengan total luas bangunan sekitar 123.000 m², dilengkapi SQ DOME sebagai fasilitas retail sekitar 12.500 m².
Dari sisi kawasan, terdapat perbedaan angka luas lahan antara sumber historis dan informasi resmi terkini. Dokumen awal Intiland menyebut sekitar 7,2 hektare, sedangkan situs South Quarter saat ini menyebut pengembangan kawasan di atas sekitar 7,9 hektare.
Selain desain arsitektur yang dikembangkan bersama Tom Wright, South Quarter juga membawa konsep sustainable development dan green building. Kawasan ini telah mendapatkan berbagai penghargaan properti serta pengakuan terkait desain dan keberlanjutan.
Dari sisi lokasi, akses ke TB Simatupang, JORR, MRT, TransJakarta, Park & Ride, serta berbagai fasilitas di sekitar Cilandak menjadi bagian penting dari daya tarik kawasan ini.
Bagi perusahaan yang sedang mempertimbangkan sewa kantor di TB Simatupang, South Quarter dapat dimasukkan dalam daftar gedung yang perlu dibandingkan, terutama jika perusahaan mencari kombinasi antara gedung perkantoran, fasilitas lifestyle, konektivitas transportasi, dan konsep kawasan terpadu.
FAQ South Quarter TB Simatupang
South Quarter dibangun tahun berapa?
Pembangunan South Quarter tahap pertama selesai pada 2015. Tahap pertama tersebut mencakup tiga tower perkantoran dan fasilitas retail pendukung.
Berapa luas lahan South Quarter?
Dokumen Intiland pada fase awal menyebut luas sekitar 7,2 hektare, sedangkan situs resmi South Quarter saat ini menyebut kawasan tersebut dikembangkan di atas sekitar 7,9 hektare. Perbedaan ini perlu dilihat berdasarkan periode dan cakupan pengembangan.
Berapa jumlah tower kantor di South Quarter?
South Quarter Office terdiri dari tiga tower perkantoran, yaitu Tower A, Tower B, dan Tower C. Masing-masing memiliki 20 lantai.
Berapa luas gedung perkantoran South Quarter?
Intiland menyebut tiga tower perkantoran memiliki total luas bangunan lebih dari 123.000 m². Situs resmi South Quarter saat ini menyebut sekitar 120.000 m² commercial space.
Siapa pengembang South Quarter?
South Quarter dikembangkan oleh PT Intiland Development Tbk. Dalam pengembangan kawasan, Intiland juga bekerja sama dengan GIC Singapore sebagai strategic partner.
Apakah South Quarter dekat MRT?
South Quarter memiliki akses ke jaringan MRT dan pengelola menyebut lokasinya sekitar 500 meter dari Stasiun MRT Fatmawati dan Lebak Bulus. Kawasan ini juga memiliki fasilitas Park & Ride serta koneksi bus menuju stasiun MRT.
Apa saja fasilitas di South Quarter?
Komponen utamanya mencakup SQ Office, SQ DOME sebagai area retail dan lifestyle, serta SQ Rés sebagai bagian residential.

